Selasa, 02 Desember 2014

We are A good team Dude!

December, 2 2014

15 months. I can’t believe that ours are still being here until this day. We were not have any hopes actually, but the time shows us that we can create hopes in time they want to exist. We just go and trough this time as we are, you and i and we are both too. You didn’t give me any promises to be realized,while i hope to. I’m waiting for that hope together with the time which brings me to this stage with you. We did not create hopes, but those hopes which came after us. You have no any special things, but just being you is special for me, you treat me differently. I got shock at first, but then you trained me to understand that you are different indeed. I don’t know  what should i call those process, but i just got a new thing came to my life. Everything had changed. I’m new reborn. I feel like i’m a new of me. Is it good? I’m still don’t find the answer yet, but through this time, i know that it is something has to be appreciated.
15 months, yaaapp that the time i never expected before. As i sad before, we have no any goals for this kind of relationship. I mean, we just go through the process and don’t know what the end of it. The time answers my wondering along this process of believing, he changes in a good way. I know that there won’t be perfect in this world, but there will be an effort to be great. The standard of perfect will be different in every person, but now i know that i’m happy with you and that’s perfect to me.

Many things are bothering me and my mind. Some guys came after and try to change my mind. I ever get a temptation with that, but then unconciously, you are always making me back to walk in path that should be passed. You’re a nice guy recently, you treated me as yo should. I realize that we are not a perfect team in this way, but i believe that we will be a good team together.  Remember these days Dude, we don’t know when we will leave the days, but the memories we ever created will be eternal even when our soul has died. I never want to regret all of my past, but i’m always trying to say thanks to God that i’m here creating the memories with people who love me and care about me. You are great Dude, Happy anniversary for our UNEXPECTED RELAATIONSHIP. “I LOVE YOU” will not enough to being said to you, you just have to know that i’m always happy with you and i always want to live in hope with you...

Kamis, 18 September 2014

harapanku di Kamu! :)

Mungkin terlalu dini aku mengatakannya, mungkin terlalu cepat aku menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan. Mungkin aku juga terlalu tergesa-gesa memilih mu untuk menjadi teman hidupku. Tapi aku tidak peduli. Semuanya berubah ketika kamu hadir mengisi hati yang sedang rapuh itu - sebenarnya. Tapi dengan sabar kamu menyembuhkan luka yang teramat dalam itu. Aku tidak tahu pasti apa yang membuatmu menyatakan perasaan sayangmu kala itu. Yang aku tahu ketulusan ada di matamu. Aku tidak peduli jika kamu hanya kebetulan saja menyayangiku kala itu, aku juga semakin tidak peduli ketika kamu mulai berubah dan menjaga jarak denganku. Yang aku yakini, ada hal-hal yang membuatmu begitu, yang akhir-akhir ini baru aku ketahui jawabnya. Menyakitkan sebenarnya, tapi aku tidak mau peduli dengan kesakitan itu. Yang aku tahu, aku menyayangimu, sudah cukup untukku.

Hingga kita sampai pada fase ini, aku bersyukur Tuhan telah mengirimkan Kamu untukku. Meski awalnya belum terlintas untuk benar-benar serius menjalani hubungan ini, tapi kamu menunjukkan sikap baik yang akhirnya membuatku memutuskan, "Iya, aku juga serius menjalani hubungan ini bersamamu.". Aku akui jika kekhawatiran itu terus mencoba menggerus kesabaranku. Tapi, aku yakin Tuhan tidak akan membiarkan aku terus berada dalam kekhawatiran ini terus menerus. Aku terus mencoba membangun kembali Tembok kepercayaanku yang pernah hancur karena rasa percayaku yang terlalu berlebihan untuk seorang manusia dulunya.

Terimakasih telah hadir untukku. Sudah cukup panjang proses yang kita jalani. Terjal memang, tapi aku yakin, Tuhan akan selalu memberikan kekuatan dan kesabaran untuk kita.

Aku gak minta apa-apa sayang, Bertahanlah untuk aku dan kita. itu saja. Terus seperti ini yaaa????? Aku sayang kamu "Pak Presidenku" ....

KEPUTUSAN BESAR

Ada saatnya kita akan berada pada titik ini. Entah, akan cepat atau lambat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebenarnya, karena semua orang akan melewati fase ini. akan kemana hati dan jiwa ini akan tercurah? apa benar semua itu akan berlabuh padanya? Entahlah. aku tidak bisa memastikan untuk menjawab "IYA" untuk pertanyaan itu. Yang aku bisa hanyalah mencoba menjadi orang yang lebih baik setiap harinya, berharap akan ada lelaki baik pula yang akan menemaniku nanti. Tuhan lebih tahu apa yang benar-benar aku butuhkan. aku tahu, pada akhirnya semuanya akan memilih. aku tahu, pada akhirnya semuanya akan jelas terlihat. aku percaya, Tuhan tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya terluka - benar-benar terluka. Bersiaplah untuk segala putusan Tuhan. itu nyata! itu benar-benar ada. jika kamu sudah percaya dengan keputusan Tuhan mu, kekhawatiran yang terus ingin menggerus kesabaranmu akan hilang perlahan. Jangan khawatir kawan, semuanya akan baik-baik saja. 

Sabtu, 30 Agustus 2014

[ketika aku menunggu sekedar ucapan darimu]

Sesibuk itukah kamu? pertanyaan itu yang masih terus ingin aku temukan jawabnya hingga detik ini. tidak ingatkah kamu hari ini hari apa?akan  ada moment yang spesial gak untuk hari ini?

kebetulan saja pukul 12 tadi malam, aku belum bisa memejamkan mataku untuk mengistirahatkan seluruh sendi dan syaraf-syaraf di tubuhku. tidak sengaja pula aku berfikir dan bertanya pada diriku sendiri. apakah dia orang yang benar-benar aku cari? apakah aku sudah merasa bahagia bersamanya? aku tak sengaja juga melihat layar di telepon genggam ku, tak ada aktifitas apa-apa di sana. Hanya diam! 

mungkin kamu lupa, aku sadari itu. atau kamu tertidur ketika ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" untukku. aku menunggu, hingga terdengar bunyi telepon berdering, ada panggilan masuk rupanya. tapi "Private Number", aku angkat, terdengar lantunan lagu happy birthday dari suara pria di ujung telepon sana. suara yang familiar. yaa, benar, dia adalah salah satu sahabat terbaikku. kita bebicara agak lama, mataku sudah ingin terpejam, tapi aku tak tega untuk menutup teleponnya, hingga akhirnya dia menawarkan ku untuk kembali tidur. malam tadi adalah salah satu momen tidur tersingkatku hingga aku terbangun subuh tadi. Ada yang berubah di sana, ada beberapa pesan masuk, aku buka ternyata itu dari teman-teman terdekatku, Terimakasih sudah menyempatkan waktu kalian untuk mengucapkan "Happy Birthday" untukku. dan masih saja, tidak ada nama dia di inboxlist ku. mungkin dia masih tertidur hingga belum sempat memberi ucapan selamat ulang tahun untukku. 

jam menunjukkan pukul 09.35, dering pesan masuk membuyarkan lamunanku, Ya, dia akhirnya muncul, tapi tidak dengan ucapan selamat ulang tahunnya. dia cuma pamit mau pergi. oh , mungkin nanti... aku mencoba terus berpikir positif meskipun dalam keadaan yang tidak biasa sekalipun. hingga detik ini, belum ada ucapan selamat ulang tahun darinya. Apa dia Lupa????? entahlah...




Ketika Ketidakjujuran Menjadi Sebuah Kebiasaan

Aku mencintainya?? Iya. Tapi bagaimana jika untuk hal kecil saja dia bisa tidak jujur? Apakah aku  harus menerima itu?? Harusnya iya, karena jika sudah berkomitmen untuk bersamanya, itu artinya aku harus mampu menerima dia, bagaimanapun dan apapun dia. Menyakitkan? Iya. Karena untuk hal kecil saja dia bisa tidak jujur bagaimana dengan hal-hal yang lebih besar?
Apa yang harus aku lakukan? Terus bertahan di sini? Menunggu dia dan ketidakjujurannya itu? Apakah aku tidak terlalu baik?
Apakah ini yang namanya sayang? Keharusan untuk tidak jujur demi sebuah kebaikan (katanya)? Apa itu diperbolehkan? Apakah itu tidak malah membuat luka pada akhirnya?
Apakah aku bisa mengatakan begini, “segala sesuatu yang dimulai dari ketidakjujuran berpotensi besar menimbulkan ketidakjujuran pula pada proses dan hasil akhirnya.”? Apakah aku bisa berkata seperti itu?
Harusnya aku menyadari jika tidak akan pernah ada manusia yang sempurna. Mereka bisa saja melakukan kesalahan, meskipun untuk kesalahan yang sama. Tapi harusnya mereka juga menyadari jika kita sebagai manusia patut untuk memperbaiki dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, karena kesalahan pertama merupakan murni kesalahan sebagai manusia yang bisa dimaklumi, kesalahan kedua merupakan kekhilafan, kesalahan ketiga merupakan kecerobohan, lalu bagaimana untuk kesalahan ke empat ke lima dan seterusnya? Apakah itu hanya murni sebuah kesalahan, atau kebodohan?
Lalu bagaimana jika ia terus mengulangi kesalahan yang sama tanpa merasa bersalah sedikitpun? Mungkin itu sudah menjadi kebiasaannya, dia mampu mengulangi suatu hal yang sama tanpa adanya penyesalan dalam hatinya. Tidak ada yang salah, tapi pernahkah dia berfikir bagaimana keadaan orang disekitarnya atas ketidakjujuran untuk hal kecil yang sudah ia lakukan? Kecewa. Aku tidak meminta kesempurnaan dalam dirinya, aku hanya ingin adanya kejujuran dan sikap apa adanya dalam proses panjang ini. 

Tuhan, aku tidak meminta dia mempertaruhkan nyawanya demi aku, aku hanya meminta dia mampu bertahan untuk aku. Aku tidak meminta dia meninggalkan keluarga dan teman-temannya demi aku, aku hanya meminta sedikit waktunya untuk bersamaku. Aku tidak memaksa dia untuk melupakan keluarga dan teman-temannya untuk aku, aku hanya meminta dia untuk menyadari bahwa ada aku di sini. Aku membutuhkanmu. Ketahuilah itu!

“Mungkin untuk saat ini aku masih bisa bertahan dalam ketidakjujuranmu, tapi entah, apa aku masih bisa menjaga kaki dan hatiku untuk tetap berada di sini dan terus melihat kebiasaanmu itu? Kita lihat saja.”

Kamis, 28 Agustus 2014

[Akhir Pencarianku]

sekian lama ku mencari
kekasih pujaan hatiku
sekian lama ku menanti
akhirnya kau pun disini
ku ingin kau slalu disini
temani ku menjalani hari
hingga  suatu saat nanti
wujudkan segala mimpi...

kaulah yang aku minta
kaulah yang aku puja
cintaku tak kan pernah sirna
untukmu slamanya...

itu lirik lagu yang sengaja aku tulis kira-kira hampir 2,5 tahun yang lalu. Inspirasinya dari seseorang yang sedang bersamaku SAAT ITU sih... sederhana aja sebenernya. kebetulan kita berdua suka musik, dan kebetulan juga dia bisa main gitar, jadi terpilihlah dia untuk membuatkan aransemen musik dari lirik yang sudah aku buat itu. dia hanya butuh waktu sekitar 2 hari saja untuk membuat aransemen kasarnya. memang belum sepenuhnya aransemen utuh sih sampai detik ini juga, tapi setidaknya udah bisa di dengerin lah...

liriknya memang gak begitu artistik, cuma kalo untuk iseng sih, masuk lah.. hihihi
intinya sekarang ini aku lagi dengerin lagu itu, meskipun udah gak ada arti apa-apa, tapi patut untuk dijadikan unforgettable moment lah...

bukan mengharapkan untuk kembali mengulang moment-moment itu kok, sekedar mengenang saja, toh kita juga udah punya jalan hidup masing-masing dan gak perlu lagi mengulang masa-masa itu. Kita tetep Bersahabat sampai detik ini, meskipun sudah tidak sedekat dulu, setidaknya rasa sayang dalam bentuk persahabatan itu masih tetep kokoh di sini, di hati ini. Terimakasih ya ...