Kamis, 18 September 2014

harapanku di Kamu! :)

Mungkin terlalu dini aku mengatakannya, mungkin terlalu cepat aku menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan. Mungkin aku juga terlalu tergesa-gesa memilih mu untuk menjadi teman hidupku. Tapi aku tidak peduli. Semuanya berubah ketika kamu hadir mengisi hati yang sedang rapuh itu - sebenarnya. Tapi dengan sabar kamu menyembuhkan luka yang teramat dalam itu. Aku tidak tahu pasti apa yang membuatmu menyatakan perasaan sayangmu kala itu. Yang aku tahu ketulusan ada di matamu. Aku tidak peduli jika kamu hanya kebetulan saja menyayangiku kala itu, aku juga semakin tidak peduli ketika kamu mulai berubah dan menjaga jarak denganku. Yang aku yakini, ada hal-hal yang membuatmu begitu, yang akhir-akhir ini baru aku ketahui jawabnya. Menyakitkan sebenarnya, tapi aku tidak mau peduli dengan kesakitan itu. Yang aku tahu, aku menyayangimu, sudah cukup untukku.

Hingga kita sampai pada fase ini, aku bersyukur Tuhan telah mengirimkan Kamu untukku. Meski awalnya belum terlintas untuk benar-benar serius menjalani hubungan ini, tapi kamu menunjukkan sikap baik yang akhirnya membuatku memutuskan, "Iya, aku juga serius menjalani hubungan ini bersamamu.". Aku akui jika kekhawatiran itu terus mencoba menggerus kesabaranku. Tapi, aku yakin Tuhan tidak akan membiarkan aku terus berada dalam kekhawatiran ini terus menerus. Aku terus mencoba membangun kembali Tembok kepercayaanku yang pernah hancur karena rasa percayaku yang terlalu berlebihan untuk seorang manusia dulunya.

Terimakasih telah hadir untukku. Sudah cukup panjang proses yang kita jalani. Terjal memang, tapi aku yakin, Tuhan akan selalu memberikan kekuatan dan kesabaran untuk kita.

Aku gak minta apa-apa sayang, Bertahanlah untuk aku dan kita. itu saja. Terus seperti ini yaaa????? Aku sayang kamu "Pak Presidenku" ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar